Membangun Jembatan Kebaikan

Elidawati Ali Oemar (CEO Elcorps) Foto: Women's Obsession/Edwin Budiarso

Berangkat dari sebuah usaha hijab kecil-kecilan, kini nama Elzatta telah dikenal di seluruh pelosok Tanah Air. Kesuksesan perusahaan yang menyediakan segala kebutuhan gaya hidup muslim ini tak lepas dari kepiawaian Elidawati Ali Oemar dalam memimpinnya. Selama satu dekade, delapan brand telah lahir, menjadikan Elcorps sebagai salah satu korporasi muslim terbesar di Indonesia. Dari sekadar fashion, hingga body care dan traveling dengan penjualan di lebih dari 200 toko di seluruh Indonesia.

Mulai dari kecil, dari diri sendiri, itulah prinsip perempuan yang akrab dipanggil El ini ketika ingin membuka usaha sendiri. “Sebenarnya saya sudah berkiprah di dunia hijab selama 29 tahun, tapi baru berwirausaha pada 2012. Kerjanya sama saja sebenarnya, yang berbeda bagaimana dari waktu ke waktu menghadapi tim dengan berbagai macam karakter dan kepribadian,” tuturnya mengenai awal mendirikan perusahaan.

 

Membangun Muslim Lifestyle

Langkah pertama keluar dari zona nyaman membuat El harus kerja ekstra keras. Dia tidak memikirkan persepsi orang-orang, yang ada di benaknya hanyalah keinginan untuk berkembang. Sempat dilanda masalah hukum karena penggunaan brand yang mirip, El kemudian menambahkan namanya, dan lahirlah Elzatta. Menyasar keluarga sebagai target marketnya, brand ini terkenal dengan koleksi sarimbit.

Terobosan terbaru yang hadir saat gelaran Muslim Fashion Festival 2019 lalu adalah digital print scarf untuk merespons kecepatan yang terjadi di pasar. Konsumen dapat membeli hijab dengan cetakan nama mereka yang dapat diperoleh saat itu juga. Setahun kemudian dia berinovasi dan menciptakan label baru ‘Dauky’ mewakili karakter perempuan berjiwa muda, dinamis, dan kekinian. Pada 2014, hadir Zatta Men dengan koleksi bergaris simple dan berkesan eksklusif didesain dengan sentuhan modern.

Salah satu sinergi terbaru Elcorps di lini fashion adalah kolaborasi dengan Noore, yang mengusung tagline modest active wear. Desainnya yang mengacu pada tren global, menjadikannya official sport hijab Timnas Indonesia di Asian Games 2018. Lalu pada Februari 2019, brand terpilih mewakili Indonesia dalam event B2B berskala internasional, ISPO MUNICH 2019 dan SXSW 2019. Target berikutnya tampil ajang ‘Go Olympics’ Tokyo pada 2020.

“Saya memulai bisnis sendiri di usia 47 tahun, jadi sangat penting untuk merangkul next gen. Caranya dengan bersinergi bersama, seperti yang kami lakukan dengan Noore,” ujar perempuan yang pernah mewakili pengusaha Indonesia dalam ajang Entrepreneurial Winning Women (EWW) from Asia-Pacific and Japan.

Kerja sama mereka berawal ketika El bertemu dengan Adidharma Sudarjat, seorang pengusaha muda yang jeli melihat peluang pasar dengan produk kreatifnya. Memanfaatkan jaringan Elcorps, produk sport hijab tersebut kini tersebar di 200 toko di seluruh Indonesia. “Event terdekat kami akan bawa Noore ke pameran di Las Vegas, Texas, karena kami memang menyasar pasar ekspor,” lanjutnya.

Tidak berhenti berkreasi, Elcorps mulai merambah ke bisnis food & beverage, karena ingin serius menekuni muslim lifestyle sejak tiga tahun lalu. Pada 2016 diluncurkan El n’ Bread yang membuat berbagai roti bercita rasa enak, sehat, dan halal setiap harinya. Kemudian pada 2017 didirikanlah Two Element Cafe, sebuah eatery and coffee yang terhubung dengan Galeri Elzatta. Berkonsep toko industrial, di sana pelanggan dapat menikmati sajian makanan Asia-Western, kopi, berbagai jus menyehatkan dan makanan ringan yang halal dan lezat.

Elidawati Ali Oemar (CEO Elcorps) Foto: Women's Obsession/Edwin Budiarso

Bersinergi untuk Tumbuh Bersama

Perempuan kelahiran Kediri ini berusaha bersikap profesional saat menjalankan perusahaan. Dalam artian, walaupun sebagai owner sekaligus CEO, dia tidak boleh bersikap sewenang-wenang. “Selanjutnya saya akan digantikan orang lain, dan mereka akan membuat perbandingan. Saya betul-betul hati-hati menjalankan amanah sebagai CEO di perusahaan ini, karena apa yang saya lakukan akan ditiru nantinya,” El melanjutkan, “Kami berusaha memberi kesempatan lebih luas untuk berbuat, untuk melakukan kesalahan, dan belajar dari kesalahan itu sebagai bagian dari proses belajar. Kita harus berbesar hati memberi kesempatan kepada anak-anak muda.”

Selain sikap profesionalitas, El juga senantiasa mengingatkan untuk berbagi, baik di kala lapang ataupun sempit. Kebiasaan ini selalu ditanamkan kepada seluruh keluarga besar Elcorps. Dia percaya dengan memberi akan menerima lebih banyak lagi. Untuk menyalurkan kembali kepada yang membutuhkan, dia mendirikan Elfoundation yang berada di bawah Yayasan El Indonesia Mulya sebagai jembatan kebaikan. Elfoundation mewadahi program-program di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Dengan sumber pendanaan berasal dari dana CSR (Corporate Social Responsibility), lebih dari 200.000 orang di Indonesia maupun dunia internasional menerima manfaat setiap tahunnya.

Setiap brand pun memiliki program pemberdayaan masing-masing. Elzatta, misalnya memiliki Keluarga Cerdas Elzatta. Program dikemas dalam bentuk sharing dan dialog membahas isu-isu seputar parenting serta keluarga bersama para Ibu Indonesia. Sementara Dauky mempunyai program Educare yang kini telah memiliki sekitar 200 adik asuh. Kemudian ada Duta Dauky yang memberikan bantuan pendidikan bagi mereka yang memerlukan.

Ada pula program 1000 Pojok Literasi yang menyediakan segala kebutuhan anak untuk belajar, mulai dari buku perpustakaan hingga alat peraga. “Bedanya, dalam pojok literasi ini ada fasilitator yang bertugas untuk mendampingi anak-anak membaca, berhitung, juga memahami wawasan kebangsaan. Gerakan ini juga dilakukan bersama dengan para influencer untuk menjangkau lebih banyak lagi,” ujar El. Kegiatan terbaru Elfoundation yang dilaksanakan Agustus silam bersama Stichting Generasi Baru (SGB) adalah mengumpulkan dana untuk membangun masjid di Belanda. Digagas Elcorps dan SGB Utrecht, karena mendesaknya kebutuhan masyarakat muslim Indonesia dan mualaf Belanda akan fasilitas tempat ibadah. “Saya berharap kepedulian kita semakin meningkat sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah. Sejalan dengan misi Elcorps yang ingin menjadi rahmatan lil alamin,” kata perempuan lulusan Ilmu Sejarah Unpad ini mengakhiri bincang-bincang dengan Women’s Obsession.***

Source: Asiah, Nur. 2019. Membangun Jembatan Kebaikan. Majalah Women’s Obsession.

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published.

English EN Indonesian ID